Indramayu,Sinyalpena.com – Ratusan petani yang tergabung dalam Serikat Tani Indramayu (STI) menggelar aksi unjuk rasa pertama di kantor pertanahan ATR/BPN Indramayu, kedua di kantor DPRD kabupaten Indramayu, terakhir di pendopo Bupati Indramayu. Rabu (12/3/2025).
Mereka menuntut perhatian serius pemerintah terhadap kebijakan pertanian, terutama terkait reforma agraria, kelembagaan petani, dan peningkatan infrastruktur irigasi.
Dalam aksi tersebut, STI membawa tiga tuntutan utama yang mereka sebut Tiga Tuntutan Rakyat Tani (TriTuraNi), yakni:
1. Reforma Agraria Sejati
Petani mendesak pemerintah menjalankan reforma agraria yang berkeadilan sesuai amanat konstitusi dan Perpres Nomor 62 Tahun 2023. Mereka meminta agar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Indramayu memasukkan reforma agraria sebagai landasan utama pembangunan.
2. Eksistensi Kelembagaan Petani.
Massa meminta pemerintah menjalankan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 87/PUU-XI/2013, yang menegaskan pentingnya kelembagaan petani dalam sistem pertanian nasional. Mereka berharap UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani benar-benar menjadi payung hukum yang melindungi hak-hak petani.
3. Peningkatan Irigasi untuk Sawah Tadah Hujan
Infrastruktur irigasi yang belum memadai menjadi keluhan utama para petani. Mereka menilai pemerintah belum serius menangani permasalahan ini, padahal Indramayu merupakan salah satu daerah lumbung padi nasional.
Salah satu orator dalam aksi ini menegaskan bahwa kebijakan pertanian harus dikawal dengan serius agar benar-benar berpihak kepada petani.
Romdoni anggota DPRD kabupaten Indramayu dari fraksi partai Golkar saat dikonfirmasi awak media mengatakan “Kami ingin memastikan bahwa kebijakan yang dibuat bukan sekedar janji, tetapi benar-benar dijalankan. Reforma agraria harus nyata, kelembagaan petani harus diperkuat, dan irigasi harus segera diperbaiki agar sawah tadah hujan bisa lebih produktif,” ujarnya.
Romdoni dari fraksi golkar mendukung tuntutan temen-temen petani. apa lagi tentang perda reforma agraria kita akan buat. malah kita komisi 1 sudah ke bogor akan kerjasama dengan IPB Untuk membuatnya , tinggal tindak lanjut pimpinan dewan untuk penandatanganan kerjasama. minta doa restu supaya lancar." Jelasnya.
(Agus Karmat)